Sosial
TRADISI BAAYUN MAULID TAHUN 2025, 200 ANAK RAMAIKAN TRADISI RELIGUS DI KAB. BANJAR
Ditulis Oleh
Admin Disbudpar
Ditulis Pada
Monday, 22 December 2025

Tradisi khas Banjar, Baayun Maulid, kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banjar Melalui Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga Dan Pariwisata Kab. Banjar sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar pada Sabtu (20/09/2025).

Pelaksanaan tahun ini diikuti 200 anak. Karena kapasitas ruangan terbatas, prosesi dilakukan dalam dua sesi.                                                          Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Ikhwansyah, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan sarat makna.Pelaksanaan ini semata-mata untuk menumbuhkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bentuk menjaga kelestarian tradisi Banjar agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman modern,” .

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, Irwan Jaya, menerangkan bahwa peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak PAUD, Dharma Wanita Persatuan, hingga keluarga besar BUMD di lingkup Pemkab Banjar.

“Tahun ini kami memfasilitasi 200 anak dengan usia maksimal 5 tahun. Pendaftaran dibuka melalui koordinasi dengan PAUD yang ada di seluruh kecamatan Kabupaten Banjar. Peserta dibagi menjadi dua gelombang agar pelaksanaan lebih tertib,” .

Antusiasme orang tua juga terlihat jelas. Salah satu masyarakat, yang merasa bangga anaknya bisa menjadi bagian dari prosesi tersebut.

“Acara ini bagus sekali, semoga ke depan bisa lebih rutin dilaksanakan karena selain bernuansa religius juga memperkenalkan tradisi Banjar kepada anak-anak sejak dini,” .

Hal serupa diungkapkan oleh peserta lain, Bu Nor Saniah, yang menilai tradisi ini penting sebagai wujud cinta kepada Rasulullah sekaligus doa bagi putranya.

“Mewujudkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad. Mudah-mudahan anaknya menjadi anak yang soleh, taat, dan kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap tahunnya,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya Baayun Maulid, tradisi turun-temurun masyarakat Banjar terus terjaga, sekaligus mempererat nilai kebersamaan dan religiusitas warga.